Monday, November 9, 2015

Kasus Pembunuhan Ibu Anak di Cakung dan Perlunya Pemolisian Masyarakat



Kali ini saya akan membahas sedikit mengenai kasus pembunuhan atas ibu dan anak yang terjadi di Cakung. Teknik-teknik pengungkapan perkara yang dilakukan dan fakta-fakta yang berhasil kami ungkap dalam kasus ini saya rasa perlu untuk dituliskan dan di angkat. Salah satu faktornya adalah kasus ini menyangkut bagaimana menjaga keamanan masyarakat oleh masyarakat itu sendiri.


Kasus ini diawali dengan ditemukannya jenazah ibu DP berusia 45 tahun dan anaknnya YI berusia 5 tahun. Keduanya merupakan ibu dan anak yang tinggal di sebuah rumah dalam perumahan Aneka Elok, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Pada keduanya ditemukan luka benda tajam dan jejak darah yang cukup banyak di sekitar tubuh mereka.

Berdasarkan hasil otopsi, kami menemukan fakta bahwa keduanya tewas akibat luka terbuka yang diakibatkan oleh benda tajam. Berdasarkan hasil otopsi tersebut pula kami dapat menentukan bahwa kematian ibu dan anak ini adalah akibat dari sebuah tindak pidana pembunuhan. Satgas yang dibentuk untuk mengungkap kasus ini kemudian bergerak cepat.

Tim satgas dengan dibantu oleh tim forensik melakukan olah tkp di rumah korban dan menemukan beberapa petunjuk yang penting. Kami menemukan adanya sidik jari yang ketika diuji dengan sidik jari korban maupun anggota keluarga lainnya tidak ditemukan kecocokan. Pada titik ini kami cukup yakin bahwa ada seseorang tidak dikenal yang memasuki rumah ini dan membunuh kedua korban.
Sidik jari pelaku di tembok TKP, darah merupakan darah korban

Kami juga melakukan pemantauan di sekitar wilayah tempat tinggal korban. Termasuk di dalam upaya pemantauan tersebut adalah pengumpulan data residivis tindak kejahatan yang terdapat di area tersebut. Berdasarkan data tersebut kami menemukan beberapa nama yang kemudian menjadi fokus pemantauan kami. Profiling juga kami lakukan terhadap keluarga korban, hal ini kami lakukan untuk memastikan motif apa yang kira-kira mengakibatkan terjadinya tindak pidana ini.

Dari keterangan saksi, kami juga berhasil mendapatkan sketsa wajah dari pelaku pembunuhan ini. Sketsa tersebut mirip dengan salah satu residivis yang tinggal di dekat TKP dengan inisial HK. Berdasarkan hal ini kami menetapkan orang tersebut sebagai tersangka potensial dan melakukan pengujian terhadap sidik jari tersangka. Setelah melalui proses pengujian oleh laboratorium forensik, kami mendapatkan keterangan bahwa sidik jari pelaku dan sidik jari HK cocok. Bukti ini menunjukkan bahwa HK berada di lokasi pembunuhan saat pembunuhan tersebut terjadi. Berdasarkan hasil otopsi, pembunuhan tersebut terjadi pada siang hari. Selain itu, berdasarkan pemeriksaan lanjutan, kami mendapatkan bukti bahwa kuku HK bereaksi dengan tes darah. Dengan bukti-bukti ini, HK kami tetapkan sebagai tersangka pembunuhan.

Sketsa pelaku


Dari proses pemeriksaan dan dari pengakuan tersangka, kami mengungkap beberapa hal penting. Yang pertama adalah, tersangka sebelum melakukan aksinya telah melakukan pemantauan terhadap rumah korban selama dua hari. Tersangka menemukan fakta bahwa pada jam-jam tertentu, sekitar tengah hari, rumah korban akan kosong dan sering dalam kondisi tidak terkunci. Selain itu juga, kondisi keamanan lingkungan yang tidak optimal, dimana petugas keamanan tidak menempati posnya, memuluskan tindakannya. Pembunuhan terhadap para korban terjadi ketika tersangka mengambil pisau dari dapur korban dalam upayanya merampok rumah korban dan dipergoki oleh ibu DP. Ibu DP yang berteriak dan melawan kemudian dikejar dan ditusuk berulang kali oleh tersangka di kamarnya, hal yang sama terjadi pada YI yang turut berteriak dan memegangi kaki tersangka saat ibunya diserang. Luka tusukan dan sayatan pada korban inilah yang menyebabkan kematian keduanya.

Pengungkapan ini sekali lagi menunjukkan kemampuan Polda Metro Jaya dan jajarannya dalam menggunakan pendekatan ilmiah  untuk pengungkapan kasus. Akan tetapi pada kesempatan kali ini saya ingin menarik perhatian pembaca kepada fakta bahwa kejadian ini dapat saja dihindari dengan kondisi lingkungan masyarakat yang sensitif terhadap isu keamanannya.

Poin-poin yang kami ungkap terkait fakta bahwa pintu rumah tidak terkunci dan tidak adanya petugas keamanan masyarakat menjadi fokus perhatian kali ini. Polri berdasarkan Peraturan Kapolri No. 7 Tahun 2008 tentang Pedoman Dasar Strategi Dan Implementasi Pemolisian Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Tugas Polri mengenal istilah Pemolisian/Perpolisian Masyarakat (Polmas). Berdasarkan peraturan tersebut, Polmas adalah: penyelenggaraan tugas kepolisian yang mendasari kepada pemahaman bahwa untuk menciptakan kondisi aman dan tertib tidak mungkin dilakukan oleh Polri sepihak sebagai subjek dan masyarakat sebagai objek, melainkan harus dilakukan bersama oleh polisi dan masyarakat dengan cara memberdayakan masyarakat melalui kemitraan polisi dan warga masyarakat, sehingga secara bersama-sama mampu mendeteksi gejala yang dapat menimbulkan permasalahan di masyarakat, mampu mendapatkan solusi untuk mengantisipasi permasalahannya dan mampu memelihara keamanan serta ketertiban di lingkungannya.

Prinsip dari Polmas adalah kemitraan yang sejajar antara polisi dan masyarakat. Kemitraan sejajar disini mengandung makna bahwa polisi dan masyarakat memiliki peran yang sama-sama penting dalam menjaga keamanan dan mencegah terjadinya kejahatan. Polisi tidak dapat bekerja sendiri dan membutuhkan masyarakat sebagaimana masyarakat juga membutuhkan kehadiran polisi dalam menciptakan rasa aman di tengah-tengah masyarakat.

Mungkin para pembaca belum menyadari bahwa rasio polisi dan masyarakat saat ini belum mencapai angka yang ideal (1:400). Pemenuhan angka tersebut akan memakan waktu dimana pada kondisi tersebut penciptaan kondisi aman membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai mitra polisi. Dahulu, kita dipahamkan dengan sistem siskamling (sistem keamanan lingkungan) dan juga ronda yang dilakukan oleh warga secara berkesinambungan. Belakangan ini, tampaknya pola-pola seperti ini mulai jarang ditemui dan hanya mengandalkan petugas satpam.

Uniknya, pola keamanan yang melibatkan keaktifan masyarakat yang mulai ditinggalkan di kota besar Indonesia rupanya diadopsi oleh masyarakat di negara maju seperti Inggris. Disana dikenal sebuah inisiatif yang bernama neighborhood watch. Bermula di Amerika Serikat pada tahun 1964 pasca pembunuhan Kitty Genovese (yang memicu teori bystander effect) dan di Inggris pada tahun 1982. Prinsipnya sederhana, menjadi mitra kepolisian dalam menciptakan keamanan dengan melaporkan tindakan kejahatan atau kegiatan-kegiatan yang mencurigakan.
Tanda Neighbourhood Watch di UK

Kegiatan Neighborhood Watch di Inggris ini menimbulkan efek-efek positif bagi lingkungan dan keamanan lingkungan. Mereka mencatat bahwa komunitas dengan sistem ini menjadi komunitas yang lebih dekat dan menjaga satu sama lain, serta mengalami penurunan tingkat kejahatan. Program ini bukan hal yang luar biasa sebenarnya karena masyarakat Indonesia sejatinya sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini, yang diperlukan adalah meningkatkan kembali semangat tersebut.

Bercermin dari kasus ini, saya berharap masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan lingkungannya. Setidak-tidaknya mulai dari mengamankan lingkungan rumah tinggalnya dengan mengunci pintu dan jendela. Selain itu, saya juga mendorong masyarakat di Jakarta untuk mencoba turut serta secara aktif dalam mengamankan lingkungan tempat tinggalnya, mulai dari meningkatkan interaksi hingga dengan turut serta dalam upaya keamanan lingkungan.

Dalam kaitannya dengan Polmas, kami di Polda Metro Jaya selalu siap untuk menjadi mitra masyarakat dalam menciptakan kondisi yang aman. Jangan ragu-ragu untuk menghubungi kepolisian terdekat apabila memiliki keluhan atau memerlukan bantuan polisi dalam menciptakan keamanan masyarakat. Kami akan siap sedia membantu masyarakat dalam menciptakan kondisi yang aman dan tertib.

Salam

9 comments:

  1. Kemendan Krisna, ada perlunya kita buat seminar khusus soal Polmas (Polisi Masyarakat) untuk mengingatkan kembali (reminder) pentingnya program ini, sekaligus menyosialisasikan lebih dalam lagi. Salam. Aby Bahagiana (d/h di Pos Kota

    ReplyDelete
  2. Kemendan Krisna, ada perlunya kita buat seminar khusus soal Polmas (Polisi Masyarakat) untuk mengingatkan kembali (reminder) pentingnya program ini, sekaligus menyosialisasikan lebih dalam lagi. Salam. Aby Bahagiana (d/h di Pos Kota

    ReplyDelete
    Replies

    1. AssalamuAlaikum wr"wb Allahu Akbar-Allahu Akbar allah mahabesar.
      Kenalkan saya IBU ULAN TKI membernya yang kemarin aki brikan nmr 4D
      asal dari kota MEDAN, jadi tki di SINGAPUR, mau mengucapkan banyak2
      trimakasih kepada KI PALAH yg sdh membantu kami sekeluarga melalui
      nmr TOGEL SINGAPUR 4D Keluar hari rabu kemarin
      allahamdulillah benar-benar kluar akhirnya dapat BLT Rp.500jt,
      sesuai niat kami kemarin KI, klo sdh jackpot, kami
      mau pulan kampung buka usaha & berhenti jadi TKI, TKW,
      cepek jadi prantauan aki kerena sdh 15 tahun
      jadi tkw nga ada perkembangan, jangankan dibilang
      sukses buat kirim ke Kampung pun buat keluarga susah KI,
      malu KI ama kluarga pulang nga bawah apa2, kita disini hanya
      dpt siksaan dari majikan terkadan gaji tdk dikasih, jadi sekali
      lagi trimakasih byk buat aki sdh membantu kami, saya tdk bakal l
      upa seumur hidup saya atas batuan & budi baik KI PALAH terhadap kami.
      Buat sahabat2 tki & tkw yg dilandai masalah/ingin
      pulang kampung tdk ada ongkos, dan keadaannya sdh kepepet
      tdk ada pilihan lain lg. jangan putus asa, disini kami sdh
      temukan solusi yg tepat akurat & trpercaya banyak yg akui ke
      ahliannya di teman2 facebook dengan jaminan tdk bakal kecewa,
      jelas trasa bedahnya dengan AKI-AKI yang lain, sdh berapa org yg kami
      telpon sebelum KI PALAH semuanya nihil, hanya menambah beban, nga kaya
      KI PALAH kmi kenal lewat teman facebook sdh terbukti membantu
      ratusan tki & tkw termasuk kami yg dibrikan motipasi sangat besar,
      demi allah s.w.t ini kisah nyata kami yg tak terlupakan dalam hidup kami AKI,
      sekali lagi trimakasih byk sdh membantu kami,skrg kami sdh bisa pulang
      dengan membawa hasil.
      Jika sahabat2 merasakan hal yang sama dengan kami.
      silahkan Hubungi KI PALAH siapa cepat dia dapat,
      TERBATASI penerimaan member...wajib 9 member bisa diterimah
      dlm 3x putaran.Hubungi 0823 8831 6351 atau kunjungi situs beliau dengan cara klik
      >>>>KLIK DI SINI<<<<

      Delete
  3. Ijin Pak. Sekedar saran dari saya, mungkin selain qta hrs menghidupkan kmbli siskamling pada warga, akn lbih baik bila ada arahan2 yg dilakukan babinsa agar warga lbih mngerti ttg kemungkinan2 yg dpt menimbulkan tindak kejahatan.
    Polisi lbih banyak pngalaman & pngetahuan mngenai hal2 apa aza yg dpt memicu tindak kjahatan, mka dri itu mhon kami sbg warga diberi info2 trsbut.
    Sprti halnya pda kasus diatas, dugaan sy walaupun pintu dikunci, mngkin pelaku ttap ingin msuk rmah trsbut krn ada hal trtentu yg mndorong pelaku tuk mlakukan tindak kjahatan.
    Hal trsbut yg mndorong pelaku mlakukan tindak kjahatan, kmi sbg warga blom mngerti oleh karena itu kami sbg warga mhon diberi masukan2/saran2 yg dpt mngundang tindak kjahatan.

    Mhon maaf jka dlm ulasan sy ada hal2 yg salah krn sy tdk pngalaman & hnya mncoba mengurai kejadian yg sy anggap janggal shg mnghilangkan nyawa penghuni.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  4. benar ini pak. polisi tidak mungkin bisa setiap saat 24 jam menjaga masyarakat, kita sebagai masyarakat juga punya kewajiban saling menjaga, ingat pepatah "tetangga adalah saudara terdekat kita", kejahatan di siang bolong seperti ini mustinya tidak terjadi jika ada kerja sama pengamanan antar warga sekitar. masalahnya program swadaya seperti siskamling mati suri, sekarang warga lebih suka membayar jasa pengamanan be it satpam atau hansip dan bersikap masa bodoh dengan lingkungannya setelah itu.

    ReplyDelete
  5. kok di blognya polisi ada yang berani iklan judi online -__-

    ReplyDelete
  6. bisa dilibatkan Senkom yang ada ditiap tempat Pak Khrisna....nuwun

    ReplyDelete
  7. Keep spirit keep waspada. Cayoo ndan

    ReplyDelete