Thursday, January 10, 2013

Balapan Liar di Amerika


Tradisi balapan liar di Amerika telah ada sejak lama. Dimulai dengan era balapan liar tahun 1950-an, dan menjadi tema dari beberapa film Hollywood, termasuk film-film seperti "Rebel Without a Cause" (1955), "American Graffiti" (1973), dan "Grease" (1978 ). Tapi dari semua film itu, ada yang cukup mendongkrak popularitas balap jalanan yaitu fim yang dibuat pada tahun 2001, "The Fast and Furious," yang meraup hampir 80 juta dollar hanya pada minggu pertama pemutaran di bioskop seluruh dunia. Film tersebut menampilkan adegan balap spektakuler dan stunts (pemeran pengganti) yang sangat berani (termasuk satu di mana mobil berbelok bolak-balik di ngebut bawah traktor-trailer). Sampai saat ini film ”Fast and Furious” masih terus di produksi hingga episode 4 yang tampil dengan aksi-aksi lebih spektakuler

Meskipun produser film dan studio dimana film tersebut selalu mengeluarkan iklan layanan masyarakat yang mendorong cara mengemudi yang aman dan tertib, namun film tersebut ternyata ditenggarai malah memberikan inspirasi baru bagi para pelaku balapan liar diberbagai negara termasuk di Amerika dan di Indonesia.

Saya mengutip tulisan Reno tentang peristiwa tahun 2002 dimana seorang pria 78 tahun tewas di Los Angeles oleh sopir ngebut yang baru saja melihat film tersebut, dan di Redwood City, California, petugas menangkap enam orang tertangkap beradu kecepatan di Interstate 280 di lebih dari 120 mil per jam. Dari para pelaku yang ditangkap, ternyata mereka semua memiliki tiket menonton film di saku mereka (Squatriglia dan Nevius, 2003). Di San Diego County, California sendiri di mana film itu dibuat, pada tahun 2002 saja telah tewas 15 orang dalam insiden balapan liar setelah peluncuran film tersebut (Reno, 2002).

Dari sebuah buku yang pernah saya baca (The Problem of Street Racing; Keneth J Peak dan Ronald W. Glensor), ternyata di Amerika ada beberapa penyebaran populasi balap liar yang terdiri dari beberapa kelompok demografis yang berbeda. Kelompok pertama adalah bahwa para pelaku antara 18 dan 24 tahun. Dalam data tersebut juga diuraikan bahwa kebanyakan pelaku balap liar adalah tinggal dengan orang tua yang punya pendapatan biasa-biasa saja.



Selain itu ada kelompok lain yang pelakunya lebih tua (25 sampai 40 tahun) laki-laki kebanyakan berkulit putih dan lebih mapan dalam mengembangkan balapan jalanan dengan menggunakan mobil tua keluaran Amerika yang direnovasi ulang (Corvette, Camaro, Mustang, dan sebagainya). Kelompok berikutnya adalah warga keturunan Asia dan Hispanik (dari berbagai usia) dan mengemudi mobil model yang diimpor mobil-seperti Honda, Acuras, Mitsubishis, dan Nissan.

Polisi menduga bahwa pembalap yang terlibat dalam kegiatan balap liar diseluruh Amerika ini banyak keluar uang untuk membiayai hobi mereka. Selain itu dari beberapa laporan intelijen kepolisian, ternyata didapatkan informasi bahwa pelaku balap liar banyak mendapatkan onderdil dengan mengkanibal dari kendaraan curian yang telah dipretelin,

Di Amerika sini, balapan liar biasanya menggunkan mobil-mobil yang telah di modifikasi dengan menggunakan beberapa alat tambahan seperti mesin blowee supercharger, sistem nitro oxide. Kesemua modifikasi tersebut membutuhkan biaya sangat tinggi yang didapat dengan cara ilegal maupun legal.

Seberapa berbahaya balap liar ini di Amerika? Saya belum bisa memperoleh data karena dari hasil penelusuran saya, sangat sulit untuk mendapatkan data di akses kepolisian yang bisa saya masuki. Data korban juga sulit diperoleh, karena baik pemerintah federal maupun industri asuransi kesulitan melacak korban yang tidak melaporkan sebab kecelekaan mereka. Satu perkiraan tidak resmi, berasal dari hasil berita media massa dan data polisi dari 10 kota besar di Amerika sini adalah bahwa setidaknya 50 orang meninggal setiap tahun akibat balapan liar ini. Yang lebih penting ingin saya sampaikan dalam tulisan ini dari beberapa berita media massa bahwa balap liar ini selain merenggut nyawa pembalap itu sendiri, ternyata juga telah menyebakan orang yang tidak bersalah menjadi korban seperti pejalan kaki dan penonton.

Apa akar masalah terjadinya balapa liar ini?
Seperti kita ketahui, bahwa masalah balapan liar juga terjadi di Indonesia dan beberapa negara lain didunia. Di Indonesia, balapan liar biasa dilakukan dengan menggunakan sepeda motor. Para pelaku menggunakan kesempatan pada malam hari, pagi dini hari, setelah sahur pada bulan puasa dengan mengambil tempat dijalan-jalan tengah kota tanpa memperhatikan keselamatan mereka apalagi orang lain.

Beberapa pakar mengatakan bahwa akar masalah dari balap liar ini adalah adanya kenyataan bahwa pemuda selalu memiliki suatu "kebutuhan yang mendalam untuk kecepatan." Rasa cinta anak muda terhadap kecepatan tidak terbatas pada pemuda dari Amerika Serikat saja, namun berdasarkan penelitian telah mencapai tingkat serius juga di Kanada, Australia, Jerman, Inggris, Prancis, Selandia Baru, dan Turkey.

Di Kanada, di mana beberapa Polisi tewas oleh pembalap pada tahun 2012 dan 18 orang lainnya tewas di daerah Toronto dalam insiden balap liar selama periode empat tahun. Kanada telah mengeluarkan Undang-undang baru di mana balapan liar merupakan faktor yang memberatkan hukuman ketika orang yang terbukti berbahaya atau lalai mengemudikan kendaraan mereka.

Di sini, ada sebuah balapan liar yang dikenal sebagai "hat race" juga dikenal sebagai "kamikaze" atau "run cannonball," di mana driver memasukkan uang ke dalam topi, dan uang itu kemudian dibawa ke sebuah lokasi yang dirahasiakan. Seseorang kemudian memberitahukan bahwa uang ada disebuah tempat dan menginformasikan pada para pembalap bahwa uang taruhan telah menunggu. Pembalap pertama yang sampai di sana memenangkan semua uang. Dari balapan tersebut banyak pejalan kaki yang tewas akibat kecelakaan yang terjadi.

Dewasan ini selama saya tinggal di New York, ada sebuah channel TV Amerika yang menayangkan tayangan ulang tradisi balapan liar selama setiap akhir pekan dengan disaksikan ribuan penonton di negara ini. Tontonan ini menjadi menarik karena para pembalap jalanan ini ada yang luar biasa berani dan dengan perlengkapan yang cukup rumit, melibatkan flaggers, timekeepers, pengintai bersenjata dengan komputer terpasang di mobil mereka, ponsel, scanner polisi, radio dua arah, dan walkie-talkie, dan website yang mengumumkan lokasi balapan dan bahkan menghitung kemungkinan tertangkap oleh polisi.

Lucunya saya juga pernah membuka beberapa situs (web) yang menyediakan rekap dari balapan jalanan sebelumnya, lengkap dengan penilaian kehadiran polisi, jumlah penonton, dan link ke lembaga kepolisian yang menginformasikan beberapa pelaku yang telah tertangkap.

Balapan liar biasanya terjadi secara dadakan, antara orang yang kenal atau tidak tahu satu sama lain. Polisi berupaya semaksimal mungkin untuk menangani balapan liar ini dengan berbagai cara dan menghukum pelaku balapan liar dengan hukuman yang sangat tinggi.


Faktor-Faktor Penyebab Balapan Liar

Balapan liar juga kerapkali terjadi di Indonesia. Contoh paling faktual adalah balapan liar yang terjadi di Kemayoran Jakarta, dan menyebabkan berbagai keributan seperti matinya seorang anggota TNI AL yang dikeroyok pelaku balap liar dan berikutnya menimbulkan efek sampingan lain. Penganiayaan (pengeroyokan, dan tawuran) juga dapat terjadi, seperti ketika warga mencoba untuk menangani masalah itu dengan menegor malah dikeroyok oleh para pelaku balap liar atau gank motor.

Sebagaimana kita ketahui beberapa Bahaya dan gangguan yang disebabkan oleh balapan liar ini antara lain bisa dijabarkan sebagai berikut:
1.      Tabrakan antara kendaraan (kematian dan cedera untuk pengemudi, penumpang, penonton, atau orang tidak bersalah, dan kerusakan harta benda);
2.      kebisingan (dari kendaraan balap dan banyak);
3.      vandalisme dan sampah di lokasi balap (termasuk di mana pembalap biasanya berkumpul);
4.      hilangnya kesempatan orang lain untuk menggunakan jalan raya
5.      Rusaknya fasilitas jalan raya

Dengan memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah ini akan membantu Polri dan warga masyarakat dalam rangka menanggulangi agar balapan liar tidak terjadi diwilayah kita. Ada beberapa alasan mengapa Balapan Liar bisa terjadi, dan menjadi hobi populer di masyarakat, yaitu:
1.      Karena kurangnya pengawasan dan kepedulian lingkungan masyarakat dimana lokasi balapan itu terjadi.
2.      Kegiatan tersebut menarik sebagai alternatif hiburan bagi sebagian orang (terutama di kota-kota yang memiliki kelangkaan alternatif kegiatan positif bagi para generasi muda).
3.      Kegiatan tersebut dianggap sebagai sarana aktualisasi diri dan sarana bersosialisasi dengan teman-teman.
4.      Kegiatan tersebut menyediakan sarana untuk memamerkan kehebatan hasil modifikasi kendaraan bermotor seseorang dan kemampuan mengemudi mereka.
5.      Kegiatan tersebut menghasilkan kegembiraan bagi pembalap, penonton  dan penumpang serta para penjudi.
6.      Kurangnya kepekaan polisi setempat akan potensi gangguan dan gangguan nyata yang terjadi sehingga pelaku dapat leluasa melakukan kegiatannya.

Selain hal yang telah saya sebutkan diatas, ternyata lokasi dan desain jalan juga dapat memberi kontribusi terjadinya balapan liar. Sebagai contoh, sebuah jalan yang agak keluar kota, yang lurus, lebar, dan dekat dengan jalan arteri (untuk tempat kabur dari polisi) akan disukai oleh para pembalap. Dan yang lebih penting dari itu semua, menjamurnya klub mobil dan / atau geng Motor di suatu daerah juga dapat menjadi salah satu penyebab maraknya aksi balapan liar.

Menanggulangi Balapan Liar
Berdasarkan pengalaman saya selama ini, berikut saya tuliskan beberapa hal yang saya lakukan untuk bisa menurunkan masalah balapan liar di daerah saya bertugas.

Melakukan Pengumpulan Data dan Analisa Masalah Balapan Liar
Pengumpulan data dan analisa data, adalah kelemahan kebanyakan manajer kepolisian di tingkat apapun. Untuk itu, pada tataran Polsek dan Polres harus sejak saat ini mempunyai data kumpulan gank motor yang eksis dan sering berkeliaran di wilayah hukum mereka. Data lain misalnya, dimana mereka biasa kumpul, siapa pelaku balapan yang paling terkenal, dimana biasanya balapan terjadi, jam berapa saja balapan terjadi. Kelompok mana yang mendominasi aturan main disana, Apakah mereka mempunya website, Plat nomor Polisi yang banyak terlibat dalam balapan, berapa kali terjadi kecelakaan dsb. Dari data-data tersebut saja kita bisa menduga bahwa balapan liar ini ternyata tidak hanya melibatkan masalah lalulintas, namun juga pihak intelijen, lantas, serse, binmas, dan bahkan bisa saja melibatkan samapta dalam kekuatan besar termasuk brimob kalau sudah dalam skala yang luar biasa.

Mengukur tingkat keberhasilan penanganan yang lalu
Mengukur tingkat keberhasilan ini diperlukan untuk memahami tingkat pencapaian dari beberapa hal yang kita laksanakan dimasa lalu, dan bagaimana kita memodifikasi dimasa kini. Mengukur tingkat keberhasilan diperlukan sebelum melaksanakan suatu tindakan. Jangan melakukan uji coba dilapangan, karena ini hanya akan menghasilkan kegagalan. Beberapa ukuran keberhasilan yang perlu dipertimbangkan dimasa lalu, antara lain misalnya:
-          Apakah tindakan kita dalam mengatasi balapan ini hanya membuat mereka berhenti sementara atau tidak berulang kembali?
-          Apakah tindakan kita selama ini dapat dukungan dari warga?
-          Apakah tindakan kita selama ini memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan Polisi, warga, penonton balapan, termasuk pelaku balapan?
-          Apakah kita pernah menangkap pelaku balapan atau hanya penonton saja?
-          Apakah tindakan hukum yang kita lakukan sesuai dengan yang kita harapkan
-          dsb

Mempertimbangkan Beberapa Strategi Yang Efektif
Dalam menangani balapan liar ini, bila kita salah tindakan maka akan memunculkan perlawanan yang fatal dari para pelaku dan kumpulan massa. Untuk itu dengan berbekal pengalaman yang lalu, kita harus mengukur beberapa hal, misalnya:
-          Menilai seberapa besar dukungan warga dalam menanggulangi balapan liar tersebut
-          Melakukan beberapa pembinaan terhadap pelaku dan termasuk mencarikan alternatif solusi dalam masalah ini, misalnya menyalurkan adrenalin mereka dalam kegiatan yang legal dan lebih mengedepankan aspek keamanan dan atau mengajak mereka melakukan kegiatan lain yang positif
-          Melakukan kegiatan ”surveilance”, misanya memasang cctv dititik yang biasa terjadi balapan liar
-          Mengajak seluruh lapisan masyarakat lainnya untuk menjadi kontrol sosial bagi kegiatan tersebut.

Respon Cepat Terhadap Kejadian


Respon Kepolisian dalam menangani masalah balap liar ini setidaknya harus mempertimbangkan 3 hal, yaitu Sumberdaya internal dan eksternal Kepolisian, Waktu yang tepat dan Tujuan yang hendak dicapai. Dengan ketiga pertimbangan tersebut, maka Polri akan tahu, apakah kekuatan kita cukup untuk membubarkan massa, kalau tidak cukup bagaimana kita mengadakan perkuatan, dan apabila kita tahu bahwa pembiaran balapan liar akan menimbulkan kontroversi maka tindakan apa yang paling baik kita laksanakan dilapangan.

Dalam membubarkan balapan liar ini, biasanya saya menggunakan taktik menangkap Bison yang pernah saya pelajari dari membaca buku saat saya masih muda. Teknik menangkap Bison ini adalah teknik yang diajarkan oleh para tetua suku Apache Indian kepada generasi muda mereka. Sebagaimana kita tahu bahwa bison ini selalu berkumpul dalam komunitas yang berjumlah ratusan dan sangat sulit untuk ditangkap begitu saja. Sementara suku Apache Indian Amerika selalu menjadikan bison ini sebagai santapan mereka dan menjadikan kulit bison sebagai bahan pakaian dan bahan tenda mereka.

Karena kemustahilan itu, maka tetua suku Apache Indian mengajarkan menangkap Bison dengan cara ”Mengagetkan” para bison akan suara bising yang tiba-tiba, sehingga bison tersebut menjadi panik dan akhirnya berlarian tak tentu arah. Dari sana akan terjadi dimana ada beberapa bison yang terjatuh terguling-guling ke Jurang dan menjadi tidak mampu berlari lagi karena cedera sehingga mudah untuk ditaklukan oleh para pemburu.

Teknin mengagetkan ini juga bisa kita gunakan dalam rangka membubarkan kerumunan massa, dalam rangka memisahkan antara para pembalap dan para penonton sehingga polisi tidak kesulitan menangkap para pelaku balapan liar.


Terobosan Kreatif
Kalau kita sudah paham bahwa adrenalin balapan ini tidak bisa dicegah, kenapa kita tidak menyalurkan hobi mereka dalam kegiatan yang lebih teroganisir? Dalam hal ini Polisi bisa menggandeng beberapa penyelenggara balapan profesional yang tergabung di IMI untuk mulai memikirkan menjadikan balapan jalanan ini sebagai sebuah kegiatan yang lebih positif. Beberapa aturan mulai dibuat, kejuaraan antar kota diselenggarakan, pihak sponsor digali, pihak media dikerahkan, pihak pemda dilibatkan dan berbagai pihak lain,,, maka jadilah kegiatan balapan liar ini menjadi balapan jalanan yang enak ditonton namun tetap mempertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan,...


Salam hormat..

No comments:

Post a Comment