Tuesday, January 15, 2013

HARI INI USIAKU BERKURANG LAGI


Pada suatu pagi yang cerah, di antara rindangnya pepohonan, tampak seekor burung Gagak sedang bermalas-malasan. Ia beristirahat di dalam sebuah pohon yang berdaun cukup lebat. Selama beberapa hari, burung gagak berulang kali hinggap di dalam pohon yang sama. Sebab, ia merasa tertarik mengamati kegiatan segerombolan lebah yang terlihat sibuk bekerja bersama-sama, membuat sarang yang berjuntai di dahan sebatang pohon.

Si gagak tampak memperhatikan seekor lebah yang sebentar terbang hinggap di antara bunga-bunga hutan yang mekar, menghisap sari madunya, dan terbang kembali ke dalam memberikan sari madu ke sarangnya. Begitu seterusnya. Burung gagak yang terus memperhatikan kelakuan lebah menjadi penasaran. Ia pun dengan tidak sabar menegur seekor lebah yang sedang terbang di dekatnya, “hai lebah kecil, kamu sibuk terbang dari satu bunga ke tempat sarangmu, memangnya apa yang sedang kamu kerjakan?”

Lebah pun menjawab, “aku dan kawan-kawan sedang membuat sarang”
“Untuk apa kalian repot membuat sarang sebesar itu? Umur lebah kan sangat pendek. Sudahlah tidak perlu susah-susah bekerja, santai-santai saja dan nikmati kehidupanmu yang singkat itu,” ujar burung gagak mencoba menasehati si lebah.
Mendengar nasihat itu, si lebah justru menjawab, “umurku memang tak sepanjang umurmu burung gagak. Tapi, justru karena pendeknya waktu yang aku punya, aku tidak boleh menyia-nyiakannya. Aku harus bekerja giat dan rajin agar sarang kami bisa selesai sesingkat umur kami”.

“Tapi untuk apa sarangmu harus diselesaikan cepat-cepat? Toh, kamu nanti segera mati, dan kalau mati, kamu pun tidak bisa menikmati sarang yang telah kamu buat dengan susah payah.” Tanya gagak yang belum puas dengan jawaban si lebah.
“ha ha ha, tuan gagak yang gagah dan berumur panjang, kasihan sekali cara berpikirmu. Justru umur kami yang sangat singkat inilah harus kami hargai dengan sungguh-sungguh. Kami memang makhluk kecil dan berumur pendek. Tetapi kami bangga dan bahagia karena bisa berarti bagi makhluk lain, yaitu dengan memberi semua hasil kerja keras yang telah kami lakukan seumur hidup kami. Itulah arti keberadaan kami,” ucap lebah kecil sambil terbang berlalu, tak mau menyia-nyiakan waktunya berbincang dengan gagak.

Mendengar jawaban dan penjelasan lebah kecil, si burung gagak terdiam tidak mampu berkata-kata lagi dengan kesombongan yang di banggakannya. Ternyata di balik penampilan makhluk yang kecil dan berumur pendek, kehidupan lebah itu pun memiliki arti tersendiri. Mereka bisa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk berbuat yang terbaik di masa hidupnya.

Sahabat, tahukah kita betapa kecilnya titik madu dan tepung sari yang dihasilkan oleh seekor lebah dengan sebegitu payahnya hinggap dari bunga satu ke bunga yang lain? namun karena kerjasama yang baik sekelompok lebah itu serta kerja keras tanpa kenal lelah maka terbangunlah sarang yang berisikan madu dengan jumlah yang cukup banyak, lalu untuk apa dan siapa titik-titik madu dan sarang yang dihasilkannya itu? apakah untuk dirinya sendiri? ternyata hanya sedikit untuk dirinya dan keturunannya, bahkan yang paling banyak menikmati hasil kerja lebah tersebut adalah makhluk lain yang bukan golongan lebah, makhluk lain itu tidak lain adalah kita,, manusia!!!

Pembaca blog yang dimuliakan Allah SWT, terfikirkah oleh kita kapan kira-kira hidup kita berakhir? besok? lusa? bulan depan? tahun depan? atau kapan? Tahukah kita, bawah bila anak adam telah meninggalkan dunia, maka seluruh pahala amalannya terputus, kecuali dari 3 amalan: Sedekah Jariyah, ILMU yg pernah ia ajarkan dan terus dimanfaatkan oleh orang lain, dan ANAK SHOLEH yg senantiasa mendoakannya??

Al-Hasan Al-Bashri berkata:
“Wahai anak Adam, (masa) siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah terhadapnya. Karena sungguh, jika engkau berbuat baik kepadanya, niscaya dia akan pergi dengan memujimu. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya maka dia akan pergi dengan mencercamu, begitu pula dengan malammu.”
“Wahai anak Adam, injaklah bumi ini dengan kakimu. Sungguh, sekecil apapun dia, pasti bakal menguburmu. Sesungguhnya engkau itu senantiasa sedang mengurangi usiamu, semenjak engkau dilahirkan dari perut ibumu.”
“Wahai anak Adam, engkau dapati pagimu berada di antara dua waktu, yang keduanya tak mungkin meninggalkanmu, yakni bahayanya malam dan bahayanya siang. Sampai engkau mendatangi negeri akhirat, yang bisa jadi engkau datang ke al-jannah (surga) dan bisa jadi engkau ke an-nar (neraka). Maka siapakah yang lebih besar bahayanya daripada dirimu sendiri?”
“Wahai anak Adam, engkau hanyalah (laksana) hari-hari yang setiap kali berlalu satu hari maka hilanglah pula sebagian dari dirimu.”
(Mawa’izh Lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 35)

Kalau sekiranya hari ini adalah akhir hayatku, aku sedang merenungkan dalam diriku, tentang amal apa yang akan  kutinggalkan untuk generasi muda bangsaku kelak? Amal ibadah apa yang akan aku tinggalkan untuk generasi muda Polri kelak? atau amal apa yang aku telah perbuat agar aku sukses di masa ketika aku dibangkitkan kembali kelak? ”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan ” [16:97]

Ada nasihat bijak yang masuk ke BBM saya pagi ini;
Pandangilah sepuas hatimu rumah idamanmu yang indah, asri nan megah.  Coba ingat bagaimana ekspresi  istri dan anak-anak tercintamu ketika pertama kali mereka mendengar bahwa kamu membeli rumah baru atau membangun rumah baru? Ingat pula bagaimana ekspresi mereka ketika pertama kali mereka masuk ke rumah idaman itu? Ingat pula bagaimana bangganya hatimu karna bisa membangunkan atau membelikan rumah untuk mereka.

Namun, Ketahuilah suatu saat nanti mereka akan tega mengantarkanmu ke rumah yang tidak pernah kamu impikan dan juga mungkin tidak pernah mereka bayangkan, selanjutnya mereka akan membiarkanmu seorang diri menghuni rumah tersebut. Suatu hari mereka akan menghantarkanmu ke rumah yang sempit, gelap dan mengerikan, yaitu kuburanmu. Isak tangis istri dan anak-anak anda terdengar memilukan, namun apalah artinya isak tangis tersebut? Anda hanya berbekal amal anda sendiri, memasuki rumah masa depan anda ini. Mungkin bila hati mereka terketuk dan terbuka mereka akan mengirimi anda doa-doa tulus mereka, namun siapa yg bisa menjamin bahwa mereka akan melakukannya? Bisa jadi tidak berapa lama lagi istrimu telah melupakanmu karena di hatinya telah tumbuh bunga yang disemai oleh lelaki lain? Demikian pula dengan anak-anakmu, barangkali juga segera melupakanmu karena mereka telah sibuk dengan urusan mereka sendiri”

BBM itu sungguh benar dan kembali mengingatkan saya tentang arti Keberkahan Umur. Keberkahan itu ada pada rizki, harta, keluarga, anak, umur, dan ilmu. Adapun berkah umur adalah dengan dihabiskan untuk mengerjakan kebaikan-kebaikan dan amal shalih. Sementara itu, ilmu yang berkah adalah yang bermanfaat untuk orang lain, diajarkan, diamalkan, dan disampaikan kepada yang lain.

Allah telah menetapkan jatah umur manusia. Ia memiliki limit yang akan habis dengan ketetapan takdir-Nya. Sementara jatah umur umat Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam lebih pendek dibandingkan manusia sebelumnya. Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

"Umur umatku berkisar antara 60 sampai 70, amat sedikit dari mereka yang lebih dari itu." (HR. Al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan al-Hakim. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 757). Namun dengan pendeknya umur mereka, Allah memberikan barakah pada mereka dan amal-amal shalih mereka sehingga mengungguli umur umat-umat sebelum mereka, "Itulah karunia Allah yang Dia berikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya." (QS. Al-Hadid: 21)

Ya Allah Ya Rabbi Penguasa Alam, Ditanggal ini, hari dimana 43 tahun lalu aku dilahirkan dari seorang ibu yang penuh kasih,
Hari dimana umurku hidup di dunia ini berkurang lagi.
Hari dimana setiap waktu yang aku lakukan dimuka bumi ini, apakah menjadi bencana atau barokah..
Ijinkan aku berdoa dan memohon kepadamu ya Allah…
Ampunkalan aku atas segala dosa yang akau perbuat selama ini..
Ijinkan aku menggunakan sisa umurku ini untuk mempersiapkanlah bekal akhiratku sebanyak mungkin..
Terimalah amal ibadah dan sedekah jariyahku selama ini..
Terimalah amalan ilmuku selama ini..
Kuatkan aku untuk dapat mendidik istri dan anak-anakku agar mereka tidak melupakan aku.., sehingga selalu mendoakan aku ketika aku kembali Kau Panggil nanti…

Aamiin Ya Robbal Alaamiiin..

6 comments: