Saturday, January 12, 2013

Hipnotis dan Hypnoforensic Dalam Pemeriksaan Kriminal

Kalau ada seorang ahli hipnotis bisa melakukan kejahatan dengan mengarahkan korbannya untuk melakukan suatu perbuatan sesuai kehendak pelaku, mengapa kemampuan hipnotis ini tidak kita lakukan untuk sebuah kebaikan? Hari ini ada seorang yunior saya yang mengirim pesan BBM seperti ini: “Sudah lama saya ingin masukan tentang tekhnik penyidikan dengan menggunakan hipnotis. Saya pernah belajar sedikit-sedikit. Pernah satu hari, kawan saya melaksanakan hipnotis kepada tersangka. Selama pemeriksaan yang kami lakukan tersangka selalu mengelak, namun saat kami tunjukkan hasil rekaman interogasi kami dengan tersangka dimana saat itu tersangka di hipnotis, barulah dia mengakui”

Sama dengan pertanyaan yunior saya tersebut, beberapa waktu yang lalu saya pernah mendengar pembicaraan di masyarakat tentang apakah metode hipnotis ini dapat dilakukan untuk pembuktian suatu tindak kejahatan dalam masalah hukum, misalnya pada kejadian suatu kejahatan dengan bukti yang minim, bukti dihilangkan/ hilang, atau tidak ada bukti sama sekali. Mungkin pikiran masyarakat tersebut muncul karena sering melihat acara hipnotis di televisi (Stage hypnosis = hiburan hipnosis bagi penonton). 

Sebuah pertanyaan yang sulit dijawab. Namun dengan pertanyaan tersebut, sejenak saya tertarik untuk mengingat sebuah acara di TV yang pernah saya lihat saat saya di Indonesia, yaitu acara “Uya Memang Kuya”. Dalam acara itu, si presenter Uya selalu memulai show nya dengan berjalan-jalan ditengah keramaian dan mencari calon mangsa, yang biasanya adalah sebuah pasangan (pasangan teman, suami istri, atau pasangan kekasih). Uya kemudian menanyakan kesediaan masing-masing mereka untuk dihipnotis dan ditanyakan beberapa pertanyaan yang ternyata sebagian pertanyaan sangat privacy menyangkut informasi pasangan mereka.

Entah ini sebuah skenario atau bukan, yang awalnya ini hanyalah sebuah lucu-lucuan dan hiburan semata, tapi malah jadi memalukan bila ketahuan belangnya. Contohnya, ada sepasang muda-mudi yang dengan senangnya menurut saja pada Uya tuk dihipnotis. Mungkin juga Uya sudah menghipnotis mereka untuk mau dihipnotis, yah siapa tau! Sepasang muda-mudi tersebut merupakan pasangan yang boleh dibilang gak serasi karena sang cewek cukup cantik sedangkan sang cowok boleh dibilang tidak ganteng. Orang-orang biasanya berpikiran pasti si cowok banyak uang atau main dukun. Nah, mungkin Uya juga melihat kekontrasan tersebut dan mungkin berusaha tuk mengungkapkan misteri di balik kekontrasan tersebut.

Pertama-tama, Uya menghipnotis sang cewek. Tanpa diduga, ketika Uya menanyakan “Kenapa kamu tertarik dengan cowokmu?” Sang cewek menjawab, “Cowokku ganteng sih, kaya Afgan!” Para penonton tentu saja menertawakan jawaban sang cewek karena sang cowok hanya kacamatanya saja yang mirip Afgan! (he..he..sadisnya tapi itulah kenyataannya!). Nah, giliran sang cowok dihipnotis, terungkaplah bahwa ia mengguna-guna sang cewek agar takluk padanya karena sebelumnya sang cewek benci banget dengan sang cowok yang dianggapnya “gak ngaca diri” itu. Sang cowok disarankan oleh temannya untuk ke dukun yang ada di daerah Banten. Persyaratannya cukup lucu yaitu sang cowok harus telanjang bulat dan mengitari rumah sang cewek beberapa kali sambil membaca mantra yang dilakukan pada malam hari.

Setelah mengetahui kebenaran itu, sang cewek tak bergeming maka Uya Kuya pun berinisiatif menyembuhkan sang cewek. Setelah sembuh, sang cewek langsung sebel banget lihat sang cowok dan langsung pergi meninggalkan sang cowok malang tersebut. Sang cowok juga langsung kabur karena tentu saja dia malu aibnya terbongkar di depan umum dan pemirsa TV.

Hipnotis (bahasa Inggris : hypnotist) adalah kegiatan oleh seseorang yang melakukan proses hipnosis (memberikan sugesti) terhadap subjek. Dalam arti lain, Hipnotis adalah membuat atau menyebabkan seseorang berada dalam keadaan hipnosis. Di Inggris, ada beberapa anggota polisi yang mengikuti kursus hipnotis. Kursus ini diselenggarakan oleh ahli hipnotis Amerika Tom Silver. Tom Silver adalah artis hipnotis yang pernah melakukan aksi kontroversial dimana beberapa wanita yang dihipnotis merasakan orgasme saat bersalaman dengan pria (orgasme handshake).

Saya yakin bahwa proses pemeriksaan tersangka dengan menggunakan metode hipnotis akan ditolak oleh beberapa pihak dengan berbagai alasan. Berbeda dengan Hipnotis, dalam beberapa pelatihan interogasi yang saya dalami di beberapa kursus internasional, kami diajarkan teknik hypnoforensic yaitu sebuah teknik yang dikembangkan untuk melakukan interogasi dengan tersangka.   

 

Teknik Hypnofprensic dikembangkan dalam proses interogasi untuk membuat penyidik mempunyai cukup bahan informasi dalam rangka menemukan alat bukti lain dalam proses penyidikan lanjutan. Proses interogasi ini tidak dilakukan dalam proses penyidikan, namun dikembangkan dalam proses pemeriksaan awal ataupun penyelidikan terhadap terduga pelaku dengan alat bukti yang sangat minim seperti kasus-kasus perampokan, pembunuhan, terorisme dll.

hypnoforensik berbeda dengan hipnotis karena dalam hipnotis polisi menghipnotis terduga pelaku untuk selanjutnya diadakan pemeriksaan dan terduga pelaku langsung menngakui kesalahannya. tapi hypnoforensik lebih menggiring terperiksa untuk menceritakan apa yang teleh dilakukannya secara jujur. Teknik ini digunakan dengan cara melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang menjurus pada pengakuan kejujuran. Untuk itu penting dipedomani oleh para interogator kepolisian untuk tidak menjadikan terperiksa sebagai tersangka dulu, namun cukup sebagai sumber keterangan ataupun hanya saksi.


Banyak langkah-langkah melakukan hypnoforensic. salah satunya adalah dengan mempelajari body language. Contohnya demikian; jika penyidik menanyakan sesuatu kepada terduga pelaku, maka penyidik bisa melihat bola mata orang yang diwawancarai. Dari pergerakan bola mata ini, kita bisa mengetahui bahwa misalnya jika si terduga pelaku menggerakkan bola matanya  mengarah kekanan, maka hal itu berarti dia sedang bohong. Sebaliknya jika orang yang diwawancarai menggerakkan bola matanya kearah kiri bisa jadi dia sedang berusaha mengingat sesuatu untuk berkata yang sejujurnya.

Selain yang telah diuraikan diatas, ada beberapa tahap dalam hypnoforensic yang bisa dilatihkan, seperti melakukan pemeriksaan ”contra alibi”. Dengan teknik pemeriksaan tersebut, kita bisa menggabungkan teknik Hynoforensic dan Hipnotis dalam suatu interogasi yang efektif.  Beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh para interogator antara lain adalah: sebagai berikut :
1.      Interogator menyiapkan daftar pertanyaan tertulis untuk proses interogasi sebelum para terduga pelaku dihipnotis. Beberapa pertanyaan tersebut diarahkan untuk menelusuri dan mengesplorasi alat bukti yang dibutuhkan dalam proses penyidikan selanjutnya, misalnya:
  1. Pertanyaan menyangkut latar belakang pelaku
  2. Pertanyaan menyangkut keterlibatan orang lain
  3. Pertanyaan menyangkut alat-alat yang digunakan dalam melakukan kejahatan, barang bukti hasil kejahatan ada dimana
  4. Pertanyaan menyangkut cara-cara pelaku melakukan perbuatannya
  5. Pertanyaan menyangkut modus yang sama dilain tempat dan keterkaitan dengan pelaku atau orang lain
  6. Pertanyaan menyangkut alibi terduga pelaku
  7. Pertanyaan menyangkut kronologis kegiatan terduga pelaku
  8. dsb
2.      Orang yang diduga melakukan tindak kejahatan dihipnotis untuk diinterogasi sesuai dengan daftar pertanyaan yang dibuat dengan kerelaan ataupun ketidak sadaran yang bersangkutan.
3.      Untuk mengetes apakah tersangka/ tergugat/ terdakwa benar-benar terhipnotis dapat digunakan Rapid Eye Movement instrument atau alat pengetes kedalaman tidur lainnya.
4.      Selama proses interogasi dengan hipnotis ini harus direkam secara audio dan audiovisual.
5.      Proses interogasi hipnosis ini harus diulang minimal 2 kali lagi dalam jangka waktu yang berbeda (misalnya berselang 1 minggu atau 1 bulan kemudian), namun daftar pertanyaannya harus sama dengan yang sebelumnya, hal ini untuk menjamin ketepatan dan kesesuaian jawaban dengan jawaban pada proses interogasi hipnosis sebelumnya. Apabila penyimpangan jawaban-jawaban tidak terlalu jauh, maka hasil rekaman hipnotis tersebut dapat digunakan sebagai alat pendukung dalam proses membuat terang sebuah peristiwa pidana dan mencari pelakunya.

Semua proses interogasi ini hanyalah sebuah tekhnik dalam menggali keterangan yang tidak bisa dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) termasuk tidak dapat digunakan sebagai alat bukti keterangan terdakwa. Oleh karena itu rekaman audio visual diperlukan dalam rangka menekan terduga pelaku untuk memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya dalam proses pemeriksaan keterangan sebagai tersangka/ saksi.

Beberapa keuntungan gabungan metode hipnotis dan hypnoforensic dalam proses interogasi ini antara lain adalah:
1.      Mempermudah menelusuri upaya mencari alat bukti dalam rangka mendukung proses penyidikan selanjutnya, terutama ketika alat bukti lainnya tidak cukup, hilang/ rusak, atau malah tidak ada.
2.      Berbiaya rendah karena tidak membutuhkan biaya operasional yang besar untuk penyelidikan maupun penyidikan (mengirit uang negara)
3.      informasi yang diperoleh mungkin lebih akurat

Sedangkan kerugian/hambatannya dalam bidang hukum yang saya pikirkan adalah : bahwa Interogasi alam bawah sadar masih diragukan, apakah jawaban tersebut benar-benar berasal dari pikiran/ ingatan bawah sadar dan bukan karena kerasukan/ kemasukkan roh, pikiran histeria atau hanya imajinasi/ khayalan seseorang yang tertanam saat dalam pikiran sadar. Sedangkan apabila pihak yang kita hipnotis melakukan gugatan terhadap proses pemeriksaan polisi? Jangan khawatir, pra peradilan tidak mengatur masalah tidak sahnya pemeriksaan, karena dalam hipnotis dan hypnoforensic ini juga tidak terjadi pelanggaran HAM, dan produk dari hasil pemeriksaan ini tidak tertuang dalam berita acara pemeriksaan pro justitia apapun, Ini hanyalah salah satu teknik interogasi..

Bagaimana,,,,,, setujukan anda???

6 comments:

  1. Teknik penyidikan dgn hypnoforensic ini pernah saya lakukan dlm pengungkapan kasus pembunuhan di wilayah hukum Polres Malang Kota. Saat itu, saya baru menjabat Kasat Reskrim sekira 1 bulan. Pada awal penyidikan, setelah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi2, kami blm dapat mengarah pd siapa pelaku kejahatan krn informasi yg kami peroleh sangat minim. Kemudian, saya segera mengumpulkan anggota CC (CC = Crime Cruisher, team khusus yg dibentuk utk menjelajah kejahatan & team ini sama dgn team buser atau resmob namun yg ditingkatkan kualitas & kuantitasnya). Seperti manajemen penyidikan yg biasa dilakukan, saya membagi anggota utk mendalami berbagai kemungkinan keterlibatan yi: org dalam (keluarga), karyawan, teman2 (percintaan, bisnis dsb) dan kemungkinan lainnya. Saat itu, terbesit inovatif utk "thinking out of the box" dalam arti berpikir di luar kebiasaan dlm ungkap kasus. Muncullah ide, bagaimana bila digunakan teknik hipnotis. Namun saya pun tidak tahu harus mendatangkan siapa yg dpt melakukan hipnotis. Akhirnya, tanpa pikir panjang saya menyampaikan hal ini kpd Kapolres, AKBP Teddy Minahasa yg kemudian beliau menyambut baik serta mengatakan bhw beliau akan mendatangkan teman beliau, ahli hipnotis dari jakarta. Alhasil keesokan harinya, sang ahli hipnotis tiba di Kota Malang.

    Dalam mempersiapkan pemeriksaan dgn teknik ini, saya memerintahkan anggota utk melakukan langkah2 sbb :
    1. Menyiapkan saksi2 yg akan dihipnotis, hal ini sebelumnya hrs kita tentukan dahulu mana yg menjadi prioritas dari kemungkinan pelaku (pd saat itu sy memilih utk terlebih dahulu memeriksa para karyawan korban)
    2. Menyiapkan daftar pertanyaan thd org2 yg akan dihipnotis dlm rangka mencari informasi utk pengungkapan kss
    3. Menyiapkan ruangan khusus utk tempat pemeriksaan & pasca pemeriksaan (ruangan pemeriksaan diupayakan terbebas dari kebisingan krn perlu konsentrasi dlm pemeriksaan)
    4. Menyiapkan team identifikasi terkait perekaman proses pemeriksaan dgn peralatan audio visual (alat perekam, handy cam dsb)

    Kemudian pemeriksaan pun dimulai. Sang ahli kemudian menanyakan kondisi kesehatan saksi dan memberikan pertanyaan2 mulai dari yg mudah sampai yg sulit dan semuanya harus dijawab dgn cepat dan tanpa pikir panjang. Di sela2 saksi berpikir keras utk menjawab pertanyaan sulit itulah, kemudian sang ahli menghipnotis saksi dan ia pun tertidur. Lalu, para penyidik yg telah siap td mulai melancarkan pertanyaan. Satu-persatu karyawan dihipnotis dan setelah dihipnotis, saksi tsb agar dipisahkan dari saksi yg belum dihipnotis (ruang pasca pemeriksaan). Singkat cerita, pada saat pemeriksaan salah satu karyawan, ada keganjilan dlm ceritanya dimana keterangan tsb tidak kami temukan dlm BAP yg telah dilakukan sebelumnya. Kami mulai mencurigai orang tsb dan mendalami informasi yg kami peroleh itu. Akhirnya, kurang dari 24 jam kami dapat menyimpulkan siapa pelaku pembunuhan tsb. Dalam hal ini, memang tersangka tidak langsung mengakui bhw dia sbg pelaku pembunuhan dlm pemeriksaan hipnotis namun dari hasil hipnotis kami memperoleh keganjilan yg membuat kecurigaan thd karyawan tsb yg sebelumnya kami tidak mencurigainya.

    Dalam penggunaan teknik ini, ada hal2 yg harus kita perhatikan :
    1. Kesimpulan dlm pemeriksaan hipnotis tetap tergantung pd penyidik dikaitkan dgn alat bukti yg ada BUKAN hanya berdasarkan pemeriksaan hipnotis dan BUKAN bergantung pd kesimpulan Ahli Hipnotis
    2. Penyidik harus jeli dan mendalami informasi yg diperoleh dalam pemeriksaan hipnotis BUKAN hanya menduga orang sbg pelaku tanpa adanya alat bukti lainnya

    Dari pengalaman ini, saya setuju dgn penggunaan teknik hipnoforensic dlm upaya melakukan interogasi dalam pengungkapan kasus pidana. Ini hanyalah salah satu teknik penyidikan modern dan tdk bisa dijadikan sebagai alat bukti.

    Demikian bang. Mohon maaf apabila ada salah kata dlm komentar saya ini. Terima kasih. Salam hormat (AKP James Hutajulu)

    ReplyDelete
  2. good all..!!
    qu sukaaa ituuu,,..

    ReplyDelete
  3. Yang kita perlu tahu adalah apa yang ada di bawah sadar kita adalah persepsi. Karenanya sering persepsi ini membentu pseudomemory, yaitu khayalan/kreativitas atas suatu hal yang dianggap nyata pernah terjadi. Bagaimana hal ini terjadi? Ingat bahwa bawah sadar adalah bagian paling kreatif dalam diri kita, sehingga bagian kreatif ini bisa jadi mengarang sebuah cerita yang dianggap sebagai ingatan, terlebih jika sang hipnotis seringkali leading dalam bertanya.

    Pernah dalam suatu kasus, seorang tersangka pembunuhan dimintai keterangan dalam pengaruh hipnosis, kemudian dia mengakui berbagai pembunuhan lain yang sebenarnya pembunuhnya sudah tertangkap. Ternyata yang berbicara adalah bagian kreatifnya. Ternyata, sang tersangka ini memiliki obsesi terhadap kasus-kasus pembunuhan dan sering berfantasi sebagai tersangkanya.

    Kedua, orang bisa berbohong dalam keadaan hipnosis. Ingat, ada bagian diri kita yang berusaha melindungi diri kita dari sesuatu yang dianggap berbahaya. Saat masuk ke dalam trans, seseorang semakin sadar dengan bagian-bagian dirinya dan dia memiliki kuasa penuh atas bagian dirinya, sehingga kita tidak bisa membuatnya benar-benar jujur jika ada bagian dirinya yang menolak.

    Oleh karena itu, dalam dunia hukum, sebuah pengakuan di bawah pengaruh hipnosis tidak bisa dianggap sebagai bukti hukum.

    Lalu, mengapa ada hypnoforensics? Hypnoforensics digunakan untuk membantu mengungkap suatu kasus, dan hanya dibenarkan jika digunakan terhadap saksi atau korban untuk menenangkannya dan membuat ingatannya menjadi lebih baik untuk kemudian diinterogasi dalam keadaan sadar.

    Seringkali tindak kriminalitas adalah tindakan traumatis sehingga bawah sadar korban/saksi membuat amnesia spontan terhadap kejadian tersebut agar tidak membekas dalam diri si korban/saksi. Nah, hipnosis dalam hal ini membuat ingatan yang terepresi tersebut dapat diingat lagi.

    Nah, karenanya agak sulit untuk menghipnosis kedua tersangka tersebut.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dear Bpk Erwin.
      dipkerjaan saya saya di tugaskan untuk melakukan investigasi dan juga menginterogasi atas karyawan melakukan tindakan fraud, saya seringkali terbentur karena hilangnya alat bukti, contohnya rekaman cctv yang sudah hilang, sehingga subjek yang saya periksa tidak mau mengakui, dalam hal ini yang ingin saya tanyakan, untuk mempelajari keahlian dalam hipnotis kita belajar dimna pak ya, kebetulan lokasi saya dipalembang, terima kasih

      Delete