Thursday, October 11, 2012

Hidup ini cuma selembar kertas,


Hidup ini cuma selembar kertas, 

Ketika kita lahir, keberadaan kita dimuka bumi ini tidak sah kalau belum dicatatkan oleh orang tua kita ke catatan sipil. Ketika kita mau masuk TK, ada kerta yang namanua surat diterima di sekolah TK tsb. Ketika mau masuk SD, Kepala sekolah meminta kita untuk melampirkan "kertas" tanda pernah sekolah di TK. Selesai 6 tahun di SD, cuma dikasih selembar kertas namanya ijazah atau STTB. Habis SD mau masuk SMP dan SMA,, lagi-lagi dapatnya selembar kertas.

Kertas-kertas yang kita kumpulkan dari SD sampai SMA itu kita bawa ke Panitia Pendaftaran AKPOL, dengan ditambahkan kertas-kertas lain seperti Serifikant Komputer, Lulusan Sekolah Bahasa manalah, kertas penghargaan dll.. 

Berikutnya capek-capek sekolah di AKPOL, pas lulus dapat lagi selembar kertas, ditandatangan presiden tertulis grade kita. Udah punya kertas ijazah Akpol, masih belum bisa kerja, karena nunggu kertas baru dari Kapolri buat ditempatkan dimana saja. Mau sekolah, nunggu kertas TR. Udah dapat kertas TR, nunggu kertas penghadapan,. Udah dapat kertas penghadapan nunggu Sprint lagi dari Kapolda atau Kapolres atau Kasatker lainnya, gitu terus siklusnya.. dan ujung-ujungnya tiap bulan memandangi kertas slip gaji..

Pas dapat selembar kertas di Polsek, Polres, Polda, nunggu selembar kertas lagi yang namanya "Sprint" biar bisa kerja. Katanya kalau gak ada kertas itu gak sah kerjanya. Mau nangkap harus ada kertas, mau nahan harus ada kertas, dll semuanya pakai kertas.. 

Mau sekolah diktuk, dikjur, dikbang dll,, nunggu selembar kertas TR panggilan test,. Udah sekolah cuma cari selembar kertas yang isinya nilai2, mau lulus, cuma dikasih selembar kertas lagi tanda sudah ikut sekolah.. buat bangga2an kertas2 itu dipigura dan dipajang di dinding.. 

Mau pensiun, dikasih selembar kertas lagi, udah gitu dibawa selembar kertasnya ke Kantor Pos atau Bank Taspen dan selanjutnya nunggu uang pensiun bulanan. Dan parahnya udah matipun, keluarga kita akhirnya dapat selembar kertas tanda kematian..

Jadi hidup ini cuma akan menjadi selembar kertas saja, kecuali kita bisa mengisi hidup ini dengan hal-hal yang baik, Hablumnillah dan Habluminannas... karena hidup ini cuma mampir saja.. 

Bagi rekan-rekan yang sedang deg2an menunggu selembar kertas TR, ehem,, bukan itu khan tujuan kita jadi polisi? kertas-kertas itu tak akan berarti kalau kita tidak mengisi hidup kita yang sekarang dengan penuh manfaat..

Dalam konteks Polri dan KPK, beritanya sudah jelas,. Mereka-mereka dulu adalah yang berdasarkan selembar kertas dianggkat sebagai Polri. Dan dengan selembar kertas lainnya di tugaskan ke KPK, di KPK, dengan selembar kertas juga dinyatakan bisa melidik dan menyidik perkara. Kalau sudah selesai menyidik dikirim ke JPU dapat lagi selembar kertas tulisannya P-21 (di KPK gak ada P-18 dan P-19). Selanjutnya dengan selembar kertas lain dinyatakan balik lagi ke Polri,, jadi; masih mau menyangkal kalau kertas yang dikeluarkan Kapolri itu tidak ada artinya???

Kertas oh kertas; Tulisan apa yang akan aku tuangkan pada kertas putih hidupku...????

No comments:

Post a Comment